Pages

Selasa, 08 Juli 2014

Tumpukan Misterius



DD00372_Tumpukan Misterius di Pojok kiri Lantai 3

 DD00372_
                Pernah lihatkan tumpukan kursi rusak yang ada di lantai 3 tepatnya di pojok kiri lantai 3 (depan Toilet cowo) atau di samping Markas besar DPM.Tumpukan itu  sebenernya tidaklah begitu menarik untuk dilihat,tetapi Tumpukan itu menjadi menarik apabila kita bertanya: sejak kapan tumpukan itu ada? Kira-kira berapa ya jumlah kursi-kursi yang rusak itu? Dan kenapa kursi-kursi yang rusak itu tidak dipindahkan ketempat yang semestinya?.
                Oke sekarang kita bahas satu persatu. Sejak kapan tumpukan kursi rusak itu ada? Menurut Saepul Alam(3D) “sejak saya masuk ke kampus tanah baru tumpukan kursi itu sudah ada”. Kami pun menanyakan juga kepada beberapa mahasiswa AKA yang jawabannya  seragam seperti Saepul Alam Mereka juga tidak mengetahui asal usul tumpukan kursi rusak yang misterius itu.
                Lanjut ke pertanyaan ke dua. Kira-kira berapa jumlah kursi-kursi yang rusak itu? Untuk yang ini kami rasa tidak ada satu pun mahasiswa yang tahu pasti berapa banyak kursi rusak yang di tumpuk itu. Pasalnya jumlah kursi itu akan terus bertambah jika ada kursi lain yang rusak.
                Dan yang terakhir kenapa tumpukan kursi rusak itu tidak dipindahkan ke tempat yang semestinya?. Sebelum kita bahas coba deh perhatiin angka-angka yang tertulis di kursinya (ada tanggal, bulan, tahun) angka-angkanya memnentuk suatu pola yang merupakan penomoran Inventaris pada suatu barang artinya walaupun kursi-kursi itu sudah rusak yang berhak memindahkan adalah orang-orang dari Akademik. Tetapi yang jadi pertanyaan kenapa orang-orang yang mempunyai wewenang tidak memindahkan saja tumpukan kursi yang rusak itu ke temapat yang semestinya. Kami menanyakan pendapat kepada beberapa mahasiswa  tentang tumpukan kursi itu. Pendapat-pendapatnya pun beragam salah satunya dari Luthfi Ilham Perdana “kalau bisa sih diperbaikin biar bisa dipakai lagi kalau gak bisa, dijual aja nanti uangnya bisa dibeliin peralatan yang belum ada”.
                DD00372_Sebenarnya tidak terlalu bermasalah kapan tumpukan itu muncul dan berapa jumlahnya, tetapi jika dilihat secara estetika tumpukan kursi rusak yang menggunung itu tidak enak untuk dipandang Apalagi jika ada tamu yang datang ke AKA dan melihat tumpukan kursi rusak itu. Perlu adanya kepastiaan yang jelas untuk kursi itu, entah dipindahkan ketempat dimana orang-orang jarang pergi keasana atau bisa juga  diperbaiki untuk dipakai ulang


Virus Merah Jambu



Di dunia ini  banyak virus-virus yang sangat banyak ragam nya.Tetap  Samapai saat ini virus-virus tersebut baru bisa dibagi menjadi dua jenis yaitu, jenis virus yang menyerang  komputer dan jenis virus yang menyerang manusia (mikro biologi). Pembagian jenis virus ini di dasari pada target yang diserang oleh si virus tersebut.Akibat yang ditimbulkan dari virus jenis mikrobiologi beragam mulai dari penyakit influenza ringan sampai dengan penurunan sistem immune dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan dengan kematian. Lain halnya dengan virus komputer walaupun  tidak seberbahaya virus mikrobiologi terkadang virus jenis ini bisa membuat envy para pengguna gadget elektronik seperti komputer, laptop dal lainnya virus ini mampu melumpuhkan sistem oprasi dalam komputer  yang ditandai dengan hilangnya file-file secara tiba-tiba samapi denagan komputer/laptop mati total.
Tapi tahukah anda bahwa ada virus yang tidak kalah bahayanya dengan virus-virus yang disebutkan diatas tadi.Virus ini tergolong aneh, aneh karena virus ini tidak termasuk  kedalam 2 jenis virus yang disebutkan diatas.Virus ini tidak dapat dideteksi oleh alat kedokteran yang super canggih atau software yang sangat mahal sekalipun.Biasanya virus ini banyak menyerang para kalangan remaja yang sedang mengalami masa pubertas. Ya virus itu disebut virus merah jambu, menurut literatur (yang tidak bisa disebutkan namanya) dan seminar-seminar yang saya ikuti apabila ada orang yang terjangkit virus ini maka aka nada dua efek yang ditimbulkan yaitu efek negative dan positif dan efek yang paling dominan adalah efek negatifnya.Walaupun efek yang ditimbulkan dominan yang negatife bukan berate tidak bisa berubah menjadi positif. Efek yang ditimbulkan ini sangat bergantung kepada kemampuan si penderita untuk mengontrolnya. Jika orang tersebut mampu menjinakan virus tersebut maka efek yang diberikan oleh si virus berubah yang awalnya negatif menjadi positif dan begitu pula sebaliknya.
Apabila orang yang terjangkit virus ini sudah akut maka gejala yang ditimbulkan adalah : seringnya melamun,menjadi lebih perasa/sensitive,menurunnya kelogisan dalam berfikir dan seringnya mendengarkan lagu-lagu mellow orang-orang menyebut gejala ini dengan istilah “GALAU” (binGung Antara Lanjut Atau Udahan). Memang penyakit ini sangat sulit disembuhkan pasalnya sampai sekarang belum ditemukannya obat dalam wujud fisiknya . Ada beberapa solusi untuk mengurangi penyakit akut yang disebabkan oleh si virus merah jambu itu salah satunya dengan menggunakan metode “MOVE ON”. Metode ini mengajarkan kita bahwa segala sesuatu permasalahan atau penyakit dapat dihilangkan dengan cara tidak memikirkan nya atau mengalihkan nya. Mengalihkan penyakit tersebut kedalam hal-hal yang kita senangi agar kita tidak memikirkan nya dan lupa bahwakita sedang sakit. Tetapi ada satu cara lain yang ampuh dan efeknya permanen untuk menghilangkan penyakit ini, yaitu dengan cara meningkatkan sistem iman kita Jika virus jenis mikrobiologi  tidak akan menyerang orang yang mempunyai sistem immune yang kuat maka hal serupa berlaku untuk si virus merah jambu. Jika kita meningkatkan sistem iman kita maka niscaya sivirus tersebut tidak akan menjadi akau apalagi sampai kronis.

Minggu, 06 Juli 2014



                                                   APA KABAR ALMET BARUKU…..???

Bogor – 13 Desember  2013, Almamater atau kebanyakan orang menyebutnya “ALMET” merupakan identitas atau Ciri khas dari suatu universitas yang menjadikan nya kebanggaan tersendiri bagi pemakainya. Tak terkecuali bagi mahasiswa AKA yang Selalu  bangga  mengenakan Almet biru dongkernya dalam setiap event formal maupun event non formal lain nya,  Almamater atau “ALMET” biasanya diberikan kepada mahasiswa baru ketika baru memasuki bangku kuliah. Berbeda dengan universitas lainnya khusus di Akademi Kimia Analisis (AKA) almamater diberikan ketika SG (studium general ) berlangsung . Namun ada yang berbeda dengan SG tahun ini dimana almamater  yang biasanya diberikan ketika SG berlangsung nyatanya belum bisa di berikan ketika event tersebut . Entah apa yang terjadi dengan almet tersebut, tidak adanya informasi yang jelas  membuat mahasiswa khususnya tingkat I menjadi bingung  salah satunya Luthfi ilham perdana (IA)“Sebenernya mau tau gimana kejelasan Almet, tapi mau gimana lagi ga tau mau nanya kesiapa…”  sebenarnya bukan Cuma luthfi seorang yang kebingungungan dengan  nasib almetnya kini,  tetapi  banyak juga mahasiswa tingkat I yang masih bingung dengan kabar almet mereka karena minimnya informasi.
 Akibat minim nya informasi yang diberikan oleh pihak yang bertanggung jawab medatangkan banyak isu-isu  miring mengenai almet  yang belum jelas kebenran nya.  Dan yang bertanggung jawab untuk mengklarifikasi masalah ini yaitu PPBY  selaku pihak yang mengelola almet tahun ini.
kejadian Ini yang pertama dari 2 tahun terakhir  dan belum ada yang tau pasti penyebab molornya pembagian Almamater tahun ini tapi menurut celvia (2B)”Setau gua almet itu bermasalah di penjahitnya yang php denger denger sih gitu….”.
Apapun penyebab molornya keterlambatan pembagian almet  tahun ini yang jelas masalah ini harus segera di klarifikasi secepatnya agar tidak menimbulkan kebingungan yang berlarut-larut dan isu-isu yang simpang siur berkeliaran dan menyebar di kampus AKA, dan dari PPBY nya sendiri mugkin bukan tidak mau memberikan informasi yang jelas tetapi mungkin ada hal yang memang  belum bisa disampaikan ke mahasiswa tingkat I  sekarang  ini.

Rabu, 11 Juni 2014

Penting kah ?



Penting kah ?

                      Jabatan dan gelar,seberapa pentingkah kedua hal ini untuk diakui?. Menurut sebagian orang kedua hal ini sangatlah penting untuk diakui karena menyangkut kekuasaan dan reputasi.Tetapi, apakah orang yang menyandang jabatan dan gelar yang tinggi mempunyai kinerja yang berbanding lurus dengan jabatan dan gelar nya? Saya rasa belum tentu,karena jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang. Jika orang yang menyandang jabatan dan gelar yang tinggi  belum tentu mempunyai kinerja yang bagus,lantas bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi? Apakah kinerja mereka lebih buruk dari orang-orang yang mempunyai jabatan dan gelar yang tinggi?saya rasa tidak .karena jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang.
                      Masih ingatkah dengan sosok ibu een? beliau adalah sosok  sederhana yang tidak mempunyai gelar setinggi langit dan jabatan yang mewah. Tetapi kenapa pak SBY beserta rombongan nya mau repot-repot pergi kerumah nya hanya untuk bertemu dengan beliau? Bukan nya ibu een orang yang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi?.ibu een memang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi seprti halnya para petinggi-petinggi Negara, Tetapi beliau mempunyai kinerja yang lebih dari orang biasanya. Bagaimana tidak beliau menghabiskan waktunya untuk mengajar murid-muridnya ditengah keterbatasan tubuhnya.
                      Apakah Ibu een meminta pengakuan dari orang lain atas dedikasinya terhadap dunia pendidikan? Sepertinya TIDAK!. Lantas bagaimana dengan orang yang selalu mempermasalahkan status kedudukan dan gelarnya? Dan bahkan ada yang marah saat status kedudukan dan gelar nya tidak di akui. Kadang – kadang saya merasa heran sekaligus aneh, kenapa marah jika tidak ditulis status kedudukan,gelar dll… memang sih mereka berhak marah, tetapi  apa pengaruhnya jika tidak di tulis?. Kewibawaan kita akan berkurang kah?, kecerdasan kita akan berkurang kah?,atau  kegantengan / kecantikan kita akan berkurang? . Saya rasa jawaban nya tidak ,karena sebenarnya tidak ada yang dirugikan sedikitpun pada kasus ini baik orang lain maupun “korban” jadi kenapa mesti dipermasalahkan? Bukan kah pada dasarnya status kita semua sama di mata tuhan? Sebagai seorang hamba.
                      Belajar dari ibu een bahwa seseorang bisa menjadi besar bukan karena orang itu menempati jabatan yang mewah atau gelar yang setinggi langit, tetapi seseorang bisa menjadi besar karena kinerja mereka yang luar biasa. Jadi tidak perlu heboh atau panik seperti orang yang kebakaran jenggot ketika gelar atau status kedudukan kita tidak di tulis dibelakang atau didepan nama kita. karena pada dasarnya jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang.


Penting kah ?

                      Jabatan dan gelar,seberapa pentingkah kedua hal ini untuk diakui?. Menurut sebagian orang kedua hal ini sangatlah penting untuk diakui karena menyangkut kekuasaan dan reputasi.Tetapi, apakah orang yang menyandang jabatan dan gelar yang tinggi mempunyai kinerja yang berbanding lurus dengan jabatan dan gelar nya? Saya rasa belum tentu,karena jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang. Jika orang yang menyandang jabatan dan gelar yang tinggi  belum tentu mempunyai kinerja yang bagus,lantas bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi? Apakah kinerja mereka lebih buruk dari orang-orang yang mempunyai jabatan dan gelar yang tinggi?saya rasa tidak .karena jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang.
                      Masih ingatkah dengan sosok ibu een? beliau adalah sosok  sederhana yang tidak mempunyai gelar setinggi langit dan jabatan yang mewah. Tetapi kenapa pak SBY beserta rombongan nya mau repot-repot pergi kerumah nya hanya untuk bertemu dengan beliau? Bukan nya ibu een orang yang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi?.ibu een memang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi seprti halnya para petinggi-petinggi Negara, Tetapi beliau mempunyai kinerja yang lebih dari orang biasanya. Bagaimana tidak beliau menghabiskan waktunya untuk mengajar murid-muridnya ditengah keterbatasan tubuhnya.
                      Apakah Ibu een meminta pengakuan dari orang lain atas dedikasinya terhadap dunia pendidikan? Sepertinya TIDAK!. Lantas bagaimana dengan orang yang selalu mempermasalahkan status kedudukan dan gelarnya? Dan bahkan ada yang marah saat status kedudukan dan gelar nya tidak di akui. Kadang – kadang saya merasa heran sekaligus aneh, kenapa marah jika tidak ditulis status kedudukan,gelar dll… memang sih mereka berhak marah, tetapi  apa pengaruhnya jika tidak di tulis?. Kewibawaan kita akan berkurang kah?, kecerdasan kita akan berkurang kah?,atau  kegantengan / kecantikan kita akan berkurang? . Saya rasa jawaban nya tidak ,karena sebenarnya tidak ada yang dirugikan sedikitpun pada kasus ini baik orang lain maupun “korban” jadi kenapa mesti dipermasalahkan? Bukan kah pada dasarnya status kita semua sama di mata tuhan? Sebagai seorang hamba.
                      Belajar dari ibu een bahwa seseorang bisa menjadi besar bukan karena orang itu menempati jabatan yang mewah atau gelar yang setinggi langit, tetapi seseorang bisa menjadi besar karena kinerja mereka yang luar biasa. Jadi tidak perlu heboh atau panik seperti orang yang kebakaran jenggot ketika gelar atau status kedudukan kita tidak di tulis dibelakang atau didepan nama kita. karena pada dasarnya jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang.