Hari ini tanggal 15/03/2014 adalah hari pertamaku wisuda, wisuda tanpa toga, tanpa bucket bunga, tanpa orang tua, tanpa rektor dan bahkan tanpa gelar.Yeah.. wisudaku ini berbeda dengan wisuda lainnya, jujur saja aku lebih setuju jika acara ceremonial ini disebut acara perpisahan, perpisahan antara kami sebagai pengajar muda dan kalian sebagai adik-adik asuh kami.Memang tidak pernah ada ikatan darah diantara kita tidak juga ada ikatan hidrogen diantara kita (hehehehe).Tetapi waktu enam bulan yang singkat itu telah membuat pengecualian tentang hukum keluarga, hukum yang menjelaskan bahwa keluarga adalah orang yang mempunyai ikatan darah yang sama mempunyai sifat yang sama dan blablablablabla....tetapi semua itu tidak berlaku disini .
Saya masih teringat pertama kali saya datang ketempat itu, saya langsung disambut oleh segerombolan anak-anak yang atraktif dan enerjik.Tetapi dari sekian banyak anak yang atraktif itu entah kenapa pandangan saya tertuju ke seorang anak laki-laki pendiam ,dan anak itu bernama Alfin yang sekarang masih sekolah di bangku taman kanak-kanak. entah apa yang membuat saya tertarik dengan anak itu tetapi yang jelas dia anak yang unik, dia mampu membaca setiap paragraf demi paragraf tetapi tidak bisa menulis apa yang dia baca tadi, entahlah penyakit macam apa itu saya tidak peduli yang penting anak itu mampu mengerti apa yang saya ajarkan padanya.
Minggu demi minggu saya bersama dengannya hingga akhirnya saya merasa dia sudah seperti adik saya sendiri, jujur saja usia dia percis seperti usia adik saya yang ada di jakarta.Anak itu.Sayang di tengah keakraban kita yang semakin kuat akhirnya waktu nya telah tiba, waktu dimana kami semua tidak mengiinginkan nya. memang tugas kami merupakan sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang di batasi oleh waktu selama enam bulan lamanya.Memang berat meninggal mereka semua disaat kami dan mereka sudah seperti keluarga besar ,tetapi apadaya tugas tetaplah tugas yang mempunyai batasan waktu.
walaupun begit aku sangat bersyukur menjadi bagian dari para pengabdi yang rela waktu kosong nya dipakai untuk mengabdi ke masyarakat.Bagi saya itulah tugas yang sebenarnya dari seorang mahasiswa yang merupakan jembatan penghubung antara orang-orang atas dan masyarakat biasa.
Tidak seperti mahasiswa kebanyakan, yang selalu berotrorika demi terlihat intelek di depan orang , tetapi bagi saya orang seperti itu tidak lebih dari sekedar SAMPAH, yang cuma bisa bicara tetapi minim aksi.
Posforus dari utara
kalian memang tidak semulia emas
kalian juga tidak sesempurna gas mulia
kalian juga bukan super hero seperti di film-film
tetapi bagiku kalian seperti posforus yang selalu berpendar dalam kegelapan..
Senin, 17 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar