Pages

Rabu, 11 Juni 2014

Penting kah ?



Penting kah ?

                      Jabatan dan gelar,seberapa pentingkah kedua hal ini untuk diakui?. Menurut sebagian orang kedua hal ini sangatlah penting untuk diakui karena menyangkut kekuasaan dan reputasi.Tetapi, apakah orang yang menyandang jabatan dan gelar yang tinggi mempunyai kinerja yang berbanding lurus dengan jabatan dan gelar nya? Saya rasa belum tentu,karena jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang. Jika orang yang menyandang jabatan dan gelar yang tinggi  belum tentu mempunyai kinerja yang bagus,lantas bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi? Apakah kinerja mereka lebih buruk dari orang-orang yang mempunyai jabatan dan gelar yang tinggi?saya rasa tidak .karena jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang.
                      Masih ingatkah dengan sosok ibu een? beliau adalah sosok  sederhana yang tidak mempunyai gelar setinggi langit dan jabatan yang mewah. Tetapi kenapa pak SBY beserta rombongan nya mau repot-repot pergi kerumah nya hanya untuk bertemu dengan beliau? Bukan nya ibu een orang yang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi?.ibu een memang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi seprti halnya para petinggi-petinggi Negara, Tetapi beliau mempunyai kinerja yang lebih dari orang biasanya. Bagaimana tidak beliau menghabiskan waktunya untuk mengajar murid-muridnya ditengah keterbatasan tubuhnya.
                      Apakah Ibu een meminta pengakuan dari orang lain atas dedikasinya terhadap dunia pendidikan? Sepertinya TIDAK!. Lantas bagaimana dengan orang yang selalu mempermasalahkan status kedudukan dan gelarnya? Dan bahkan ada yang marah saat status kedudukan dan gelar nya tidak di akui. Kadang – kadang saya merasa heran sekaligus aneh, kenapa marah jika tidak ditulis status kedudukan,gelar dll… memang sih mereka berhak marah, tetapi  apa pengaruhnya jika tidak di tulis?. Kewibawaan kita akan berkurang kah?, kecerdasan kita akan berkurang kah?,atau  kegantengan / kecantikan kita akan berkurang? . Saya rasa jawaban nya tidak ,karena sebenarnya tidak ada yang dirugikan sedikitpun pada kasus ini baik orang lain maupun “korban” jadi kenapa mesti dipermasalahkan? Bukan kah pada dasarnya status kita semua sama di mata tuhan? Sebagai seorang hamba.
                      Belajar dari ibu een bahwa seseorang bisa menjadi besar bukan karena orang itu menempati jabatan yang mewah atau gelar yang setinggi langit, tetapi seseorang bisa menjadi besar karena kinerja mereka yang luar biasa. Jadi tidak perlu heboh atau panik seperti orang yang kebakaran jenggot ketika gelar atau status kedudukan kita tidak di tulis dibelakang atau didepan nama kita. karena pada dasarnya jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang.


Penting kah ?

                      Jabatan dan gelar,seberapa pentingkah kedua hal ini untuk diakui?. Menurut sebagian orang kedua hal ini sangatlah penting untuk diakui karena menyangkut kekuasaan dan reputasi.Tetapi, apakah orang yang menyandang jabatan dan gelar yang tinggi mempunyai kinerja yang berbanding lurus dengan jabatan dan gelar nya? Saya rasa belum tentu,karena jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang. Jika orang yang menyandang jabatan dan gelar yang tinggi  belum tentu mempunyai kinerja yang bagus,lantas bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi? Apakah kinerja mereka lebih buruk dari orang-orang yang mempunyai jabatan dan gelar yang tinggi?saya rasa tidak .karena jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang.
                      Masih ingatkah dengan sosok ibu een? beliau adalah sosok  sederhana yang tidak mempunyai gelar setinggi langit dan jabatan yang mewah. Tetapi kenapa pak SBY beserta rombongan nya mau repot-repot pergi kerumah nya hanya untuk bertemu dengan beliau? Bukan nya ibu een orang yang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi?.ibu een memang tidak mempunyai gelar dan jabatan yang tinggi seprti halnya para petinggi-petinggi Negara, Tetapi beliau mempunyai kinerja yang lebih dari orang biasanya. Bagaimana tidak beliau menghabiskan waktunya untuk mengajar murid-muridnya ditengah keterbatasan tubuhnya.
                      Apakah Ibu een meminta pengakuan dari orang lain atas dedikasinya terhadap dunia pendidikan? Sepertinya TIDAK!. Lantas bagaimana dengan orang yang selalu mempermasalahkan status kedudukan dan gelarnya? Dan bahkan ada yang marah saat status kedudukan dan gelar nya tidak di akui. Kadang – kadang saya merasa heran sekaligus aneh, kenapa marah jika tidak ditulis status kedudukan,gelar dll… memang sih mereka berhak marah, tetapi  apa pengaruhnya jika tidak di tulis?. Kewibawaan kita akan berkurang kah?, kecerdasan kita akan berkurang kah?,atau  kegantengan / kecantikan kita akan berkurang? . Saya rasa jawaban nya tidak ,karena sebenarnya tidak ada yang dirugikan sedikitpun pada kasus ini baik orang lain maupun “korban” jadi kenapa mesti dipermasalahkan? Bukan kah pada dasarnya status kita semua sama di mata tuhan? Sebagai seorang hamba.
                      Belajar dari ibu een bahwa seseorang bisa menjadi besar bukan karena orang itu menempati jabatan yang mewah atau gelar yang setinggi langit, tetapi seseorang bisa menjadi besar karena kinerja mereka yang luar biasa. Jadi tidak perlu heboh atau panik seperti orang yang kebakaran jenggot ketika gelar atau status kedudukan kita tidak di tulis dibelakang atau didepan nama kita. karena pada dasarnya jabatan dan gelar tidak menjamin kinerja sesorang.